Minggu, 24 Februari 2013

Habibie - Ainun

okay, panggil saya norak, panggil saya dusun, or even kampung. i deserve it. kenapaa?
cause im really out of date for just watched habibie ainun yesterday, hahaha

buat yang sama freskuensi out of date nya sama saya, ini saya ada gambar poster film habibie ainun, nyolong dari sini 


yup, pemerannya reza raian sama si mbak BCL. dibuat berdasarkan buku true story berjudul Habibie & Ainun yang ditulis sendiri sama Bapak Habibie ini

Ternyata, pak Habibie muda ganteng ya. Masih kelihatan raut gantengnya sampai sekarang :) Ibu Ainun juga cantik, ayu. Saya rasa pas sekali untuk diperankan oleh Reza Rahardian dan mbak BCL. Somehow, kenapa ya film nya BCL kok rasanya dapet terus emosinya. Salut deh buat mbak BCL, pinter banget dalam memainkan peran.

Tapi, yang mau saya bahas bukan itu. Melihat film ini, ada beberapa hal yang bisa ditarik :
1. Otak jenius memang butuh frekuensi yang sama untuk tetap selaras
Digambarkan dimana di Jerman, Pak Habibi sangat bisa bereksplorasi dengan kemampuan berpikirnya, rasanya bangga sekali melihat Bapak disana bisa menciptakan sesuatu :)
Bisa, bisa dibayangin gimana ruwetnya otak Pak Habibie saat itu, mungkin kalo bukan Ibu Ainun yang notabene pinter juga yang ada di samping bapak, bakal hancur kali itu rumah tangga :)
dari sini saya belajar, kita emang ga mungkin dapat orang yang seratus persen sama, namun harus seimbang (dalam banyak arti) sehingga bisa membuat sebuah lembaga pernikahan bisa berjalan sampai akhir hayat di dunia

2. Ada harga untuk setiap pengorbanan
Ibu Ainun ternyata dokter anak, dan beliau meninggalkan itu semua untuk berada di samping Bapak. Mendampingi, merawat dan menjaga anak anak Bapak.
Pertama ngebayanginnya aja udah "ya ampun, sayang amat ya kuliahnya. Ujung - ujungnya di dapur aja." Tapi, ya ternyata seperti itu. Dalam hidup ini, ga semua bisa kita raih. Mungkin kalau Ibu tetap memilih berkarir, Bapak ga akan menjadi Bapak yang sekarang. She must be very good, excellent lady. 
Ditarik kesimpulan, saat akan menikah nanti, saya sudah harus siap untuk menerima ini. Bahwasanya saat kita menikah, kita ga bisa egois lagi, kita ga bisa seenaknya mengejar karir tapi menelantarkan anak dan suami. Bahwasanya, dia, lelaki yang telah memilih kita untuk mendampinginya, benar ingin didampingi, dilayani, dihormati dan dirusuhi sepanjang hidup. Itu yang membuat harmonis

3. Berserah
Sekuat apapun cinta Bapak buat Ibu, akan ada saatnya berpulang kepada sang Khalik. Penerimaan yang sangat sulit awalnya, menjadikan Bapak pribadi yang akan berjuang apapun demi Ibu. Namun diakhirnya, ibu terpaksa meninggalkan Bapak terlebih dahulu.
Iya, sedih. Namun ini hal yang perlu dicermati pula, bahwa suatu saat kita akan meninggalkan ini semua. Menjadi suatu hal yang tidak bisa kita tawar, perlu jiwa besar, perlu iman kuat untuk melewatinya. Untunglah selama hidupnya Ibu Ainun sudah merasakan cinta yang tak pernah putus dari Bapak. Untuk itu, haruslah menyadari ini, tetap berdoa, berserah dan membiarkan tangan Tuhan melakukan pekerjaan mulia Nya buat kita.


Ini hanya review singkat dari saya, yang jelas saya merasa sangat beruntung bisa nonton film ini. Bangga menjadi orang yang hidup dalam era IPTN masih ada, sedikit sedih karena sekarang duah tidak ada lagi. Bangga menjadi bangsa Indonesia yang memiliki Bapak Habibie. 

Dan saya merasa beruntung banyak mendapat pelajaran megenai cinta, hidup dan realita di dalamnya. Sungguh, setelah nonton film ini langsung kebawa romansanya dan berasa baru jadian sama pacar. hahahaha

Kamis, 21 Februari 2013

Pernikahan Adat Karo

Jadi, setelah saya menikah nanti, saya akan menjadi wanita dengan dua marga, untuk adat Batak saya menjadi Boru Sinambela (karena Bapakke marga Sinambela) dan untuk adat Karo nya saya akan menjadi Beru Ginting (karena Mamamer juga Beru Ginting, biar mar-pariban gitu ceritanya, kalo di karo Impal)

Honestly, bayanginnya aja dah ribet. Temen - temen yang tau rencana perjalanannya aja dah usap kening, sambil bilang, "ribet ya, boo!"

Sehubungan buta banget soal adat Karo, jadilah saya belajar sedikit demi sedikit dari internet (say thanks to siapa aja yang nemuin internet). Berikut yang saya dapet dari situs sebelah tentang pernikahan adat karo.


Ternyataaah pemirsaah, ada tahapan dalam pernikahan adat Karo, yaitu :

I. Persiapan Kerja Adat

1. Sitandan Ras Keluarga Pekepar 

Tahapan ini adalah tahapan perkenalan antara keluarga kedua belah pihak yang akan melangsungkan pernikahan, sekaligus orang tua kedua belah pihak akan menyampaikan kepada “Anak Beru” masing-masing untuk menentukan hari yang baik untuk menggelar pertemuan di rumah pihak “Kalimbubu” untuk membahas rencana “Mbaba Belo Selambar” 

Note : Dalam adat Karo, pihak orangtua calon pengantin wanita adalah Kalimbubu (Tulang dalam adat Batak). Harusnya, Bapakke adalah Kalimbubu si Mr. Bibo, berhubung saya Batak, jadinya nanti saya akan dibawa ke Kalimbubu nya Mr. Bibo, buat dijadiin Beru nya. Dan yang menjadi Bapak saya dalam Adat Karo adalah paman Mr. Bibo dari pihak Mamamer (Ginting), nantinya saya menjadi Sinambela - Ginting. Hahaha, jadi sebelum tahapan ini masi ada tahapan lain. (*semangaaaaat!!!)

2. Mbaba Belo Selambar

Dalam tahapan Mbaba Belo Selambar ini, tempat berkumpul, yaitu di rumah pihak “Kalimbubu”, dalam hal ini pihak laki-laki akan membawa makanan yang sudah dimasak lengkap dengan lauk yang akan menjadi makanan sebelum dilakukan pembicaraan mencari hari yang baik untuk melaksanakan tahapan “Nganting Manuk”

Note : Maba Belo Selambar, si Cami ngajarinnya itu, ga taunya Mbaba Belo Selambar. Arti harfiahnya si katanya Membawa Sirih Selembar, kalau Nganting Manuk artinya Membawa Ayam. Belum tau pasti saya yang bawa sirih dan yang bawa ayam itu pihak laki laki atau perempuan. Dan karena saya nya bukan Karo, jadi Mbaba Belo tidak dirumah Kalimbubu Mr.Bibo (dalam hal ini, si Bapak Ginting yang menjadi Bapak Adat Karo saya), melainkan di gedung terdekat. 
Sederhana aja, sebenernya Mbaba Belo harusnya sederhana, karena kan cuma bawa sirih selembar dan ayam seekor. Cuma dalam pelaksanaannya, ga bisa bo. Apalagi untuk kami yang adat campur ini :) 

3. Nganting Manuk

Dalam tahapan ini akan membicarakan tentang utang-utang adat pada pesta perkawinan yang akan segera digelar, sekaligus merencanakan hari yang baik untuk melangsungkan pernikahan. Namun hari pernikahan tidak boleh lebih 1 bulan sesudah melaksanakan tahapan Ngantig Manuk.

Note : Nah, ini dijadiin satu acara. jadi namanya nanti di kami Mbaba Belo Selambar - Nganting Manuk

II. Hari Pesta Adat

4. Kerja Adat

Pelakasanaan Kerja Adat biasanya dilakukan selama seharian penuh di kampung pihak perempuan. Tempat pelaksanaan Kerja Adat biasanya dilakukan di Balai Desa atau yang biasa juga disebut dengan istilah “Jambur” atau “Lost”

Note : Belom paham semuanya, saya cuma tau nanti bakal dipakein tudung, trus bakal disuruh nari berdua, trus disuruh nyanyi :D heheheheh dikit banget ya tau nya

5. Persadan Tendi

Pelaksanaan Persadan Tendi dilakukan pada saat makan malam sesudah siangnya dilakukan Kerja Adat bagi pengantin pria dan wanita. Dalam pelaksaan Persadan Tendi ini akan disiapkan makanan bagi kedua pengantin yang tujuannya adalah untuk memberi tenaga baru bagi pengantin. Pengantin akan diberi makan dalam satu piring yang sudah siapkan.

Note : Karena pernikahan kami dua adat, jadinya di tengah acara akan diselipin adat batak. Trus udahnya adat Karo. Sekarang saya tau, ternyata makan berdua di akhir ini, ada adatnya toh :)

III Sesudah Pesta Adat

6. Ngulihi Tudung

Ngulih tudung dilaksanakan setelah 2-4 hari setelah hari Pesta Adat berlalu. Orang tua pihak laki-laki kembali datang kerumah Orang tua pihak perempuan (biasanya pihak orang tua laki-laki membawa makanan dan lauk). Dalam prosesi Ngulihi Tudung dilakukan untuk mengambil kembali pakaian-pakaian adat pihak laki-laki yang mungkin ada tertinggal di Desa pihak perempuan disaat pesta adat digelar.

7. Ertaktak

Pelaksanaan ini dilakukan di rumah pihak kalimbubu (pihak perempuan) pada waktu yang sudah ditentukan, biasanya seminggu setelah kerja adat. Disini dibicarakanlah uang keluar saat pergelaraan pesta adat dilaksanakan. Dibicarakan pula tenang pengeluaran kerja adat yang sudah dibayar terlebih dahulu oleh pihak anak beru, sembuyak dan juga Kalimbubu. Setelah acara Ertaktak dilaksanakan, maka semua pihak baik Kalimbubu, Sembuyak, dan Anak Beru akan makan bersama-sama.

Note : belum ada gambaran sama sekali ni buat yang diatas iniii


Dan sejauh ini, saya masih sangat sedit sekali mengerti. Semoga seiring waktu saya bisa menjadi Br. Sinambela-Ginting yang baik dan bersahaja. Amiiien

Kamis, 14 Februari 2013

Honey Week (masih rencana)

Dari segala kepentingan dan printilan menikah, yang bener bener buat saya dan cami, ya honey week nya (week, soalnya cuma seminggu). Kita dari awal emang sudah mulai reka reka mau dimana honeymoonan, tapi dengan prinsip mendingan jadi raja daripada gembel elit, makanya kita memilih BALI (yup, biasa banget ya, ga heboh ya, map deh ya :D ) sebagai tempat kita istirahat sebelum kembali ke dunia nyata.

untuk hidup di bali, awalnya kita pengeeen banget ke ubud. udah sempet incer hotel royal pita maha, sempet tanya dan pantengin trip advisor sama agoda. buat yang belom denger, ini nih royal pita maha


gambar dari sini

kebayang kan serunya, tidur sambil liat kolam renang, trus bisa sun bathingan disitu. 
Iya, itu pikiran pertama saya, setelah negosiasi ke cami, di iya in, wuah senengnyaaaaah. Tapi, kok pada ijo semua ya, trus ini kan di ubud, pasti dingin banget. My bad, saya punya penyakit takut ketinggian, takut tempat sepi, spooky, dan yg fisik nya, saya ga bisa di tempat dingin, bisa sesak dan banyak pohon cenderung banyak nyamuk, dan saya kalau digigit nyamuk bisa berhari hari bentol, diikuti memerah baru menghitam. huffff
Tapi itu ga jadi masalah banget pada awalnya, cuma setelah kita berdua googling, sampe youtube-an juga, ni tempat emang gede banget, dan bali abis. Somehow, saya orang nya parno, tidur aja ga berani sendiri. Jadinya, dengat berat hati tempat ini dan ubud kami coret.

Trus kemana?

Saya dan cami memilih daerah yang ga banyak nyamuk (a.k.a jauh dari sawah dan hutan) ga sepi, jadinya kami milih daerah keramaian. Trus untuk hotel, pilih yang konsep modern, menghindari patung bali dan arsitektur bali di dalemnya. Tetap memohon hotel dengan private pool (hahahah, kan sudah dibilang, pengen jadi raja, ga mau jadi gembel elit *nyengir kuda) tapi yang jauh dari spooky.

Beberapa hotel yang jadi incaran kami adalah :

1. astana kunti
gambar dari sini

alasan : desainnya baguuuuus, review agoda dan trip advisornya juga bagus, hasil video di youtube juga ga seremmm

2. SILQ
gambar dari sini

alasan : keren, full glass, kolam nya guedee, jacuzzi nya juga cukup untuk badan besar kami

3. Villa Kayu Raja
gambar dari sini

alasan : unik, keren tempatnya, luaaas

4. Vila Aria
gambar dari sini

alasan : let the pictures talk aja deh :D

dan ga tau nih bakalan kemana, tapi pastinya bakal ke salah satu tempat diatas. hehehe :)
saran saya, sebagai orang yang (mungkin) lebih dulu search hotel, coba cek paket di honeymoonkita.com atau di weddingku.com trus bandingkan dengan paket honeymoon dari hotel tersebut, ga lupa, jangan tertipu foto. Rajin rajin buka tripadvisor dan agoda, buat liat foto real dari yang pernah menginap disana, trus, cek juga youtube nya, biasanya ada real travelers yang upload video hotelnya. Jangan langsung percaya sama foto profesional :)

Rabu, 13 Februari 2013

Time Goes By

Ga kerasa ya, ternyata dalam hitungan puluhan hari (lebaaaay) bakal jadi Mrs. Bibo. Hahaha.. Pernah denger kata kata, I marry my best friend? Yup, i really (will, gonna be) marry my best friend. Kenapakah?

Karena perjalanan hubungan saya dengan Mr. Bibo adalah 12 tahun pertemanan, dilanjutkan dengan (semoga) hampir 3 tahun pacaran dan menikah (amiiiiin). Sebenarnya, pada awalnya sempat geli dan aneh, kok bisa ya pacaran, apalagi untuk menikah, haduh sangat jauh dari bayangan kami. hahahaha. Merubah panggilan dari gue loe menjadi aku kamu dan berganti (supaya lebih ketara pacarannya gitu, maksudnya) abang ade, sangat sulit awalnya. Buat saya si gampang aja, manggil Mr. Bibo abang sekalian ngajarin adek adek buat manggil dia abang, tapi buat Mr. Bibo, manggil saya adek (sampai saat ini juga masih) kaku. :D



"Kok mereka bisa jadi ya yang, mereka kan dua kutub yang beda banget?"

ini kata yang keluar dari suaminya my besties, yang notabene temen saya dari SD. (my besties dan suaminya itu, temenan dari SD, jadi kita pada saling kenal). dan reaksi saya, "Huahahahahhahaha" *ketawa kenceng sampe afrika (okeh, lebay).

ya, memang saya dan Mr. bibo itu bener bener kutub utara dan selatan, yang ngejadiin kita nyambung ya kurang lebih karena hobi suka makan, suka tidur dan suka suka kegiatan lain yang tidak banyak habiskan energi. *nyengir sampe kuping. Mr. Bibo itu orangnya disiplin, ga malesan, pendiem, logis, realistis, ga romantis, tapiii amat sangat sabaaaaar. Sementara, saya ini orangnya kebalikannya, malesan, super cerewet, pemimpi, suka lebay, suka ribet, super detail, agak romantis, dan jaraaaaang sabar. Kebayang kan?

Ya tapi itu yang nyatuin kita, pada akhirnya di suatu malam, kami berdua bbm an, dan *jrengjrengjreeeng



hahaha, tetep ya, ujung ujungnya alay.. hmmm
Tapi overall, saya mencintainya. Dan ke-vice versa-an kita, membuat saya sadar kalau saya butuh dia, dan dia butuh saya. *nyengir sampe kuping

Minggu, 13 Januari 2013

hari H minus sekian puluh

tahun 2012 berlalu, dan sekarang sudah menuju februari 2013. how time can be so fast ya? *fiuh

daaan, progres mantenan saya adalah :

marhusip  :  pertengahan februari

(ga pake dandan, biasa aja)


maba belo selambar   :  pertengahan maret

baju
rencananya pake kebaya pendek, udah kekonsep modelnya, bahan udah di tante lily, rok bawahnya pake kaen bali. Tapi pemirsaaah, jadi kaen endek yang saya beli itu kan 4 meter ya, saya ingatnya kalo beli dasar buat PDH Mr. Bibo kan 3 meter cukup satu stel. Saya lupa banget, kalo kain endek tu papan kecil. Jadinya si dasar 2 meter ga cukup buat Mr. Bibo, alhasil nanti saya endeknya buat variasi aja. hiksss. nanti saya aplot ya kalo dah jadi :)

gedung
cio cio merga silima :)

catering
mamamer's

salon
Daddy Fathur


Martumpol 

baju
udah di tante lily, tinggal ukur aja

gedung
perjanjian nikah : HKBP Kedaton
martumpol         : Balerong HKBP Kedaton

catering
Parna

salon
Daddy Fathur



Pemberkatan

baju
IDEM
eh tapi belom ada ide mau model apa, trus songket tarutungnya belom ketemu. Hiks

gedung
GBKP Bandarlampung
Rumah Pak Nambela

snack
belom tau

catering
Parna + Mama

salon
IDEM

cincin
belom beli



Pesta Adat dan Resepsi


baju
merah cabe pake songket palembang yang merah emas medok
model nya belom ketemu

gedung
Rumah Pak Nambela
Gedung Wanita

Undangan
Draft belom fix, telepon Mba Eva secepatnyah

Souvenir
Februari jadi

puade
mamamer

catering
mamamer

salon
IDEM

Mobil Manten
belom ketemu




Sejauh ini, progresnya. hahaha. dikit banget yaaa
Mudah mudahan secepatnya bisa di clearkan. Aminnn :)