berikut tata cara pernikahan adat batak toba yang saya berhasil kumpulkan dari segala sumber..
1. Mangarisika..
Penjajakan, dimana utusan pria datang ke rumah wanita. di adatnya sih harus ada tanda untuk peminangan dimana jika pintu terbuka, yang berarti keluarga wanita mau untuk menerima penjajakan. Kalau bersedia untuk dipinang ada tanda mau nya yaitu (tanda holong : dari pria ke wanita, tanda mata : dari wanita ke pria). Jenis barang-barang pemberian itu dapat berupa kain, cincin emas, dan lain-lain.
Penjajakan, dimana utusan pria datang ke rumah wanita. di adatnya sih harus ada tanda untuk peminangan dimana jika pintu terbuka, yang berarti keluarga wanita mau untuk menerima penjajakan. Kalau bersedia untuk dipinang ada tanda mau nya yaitu (tanda holong : dari pria ke wanita, tanda mata : dari wanita ke pria). Jenis barang-barang pemberian itu dapat berupa kain, cincin emas, dan lain-lain.
untuk saya, disini kami mangarisika. Kalo di adatnya kuduan ga boleh dateng keluarga inti Mr. Bibo buat penjajakan, harusnya mah om nya, atau siapa yang dekat dengan keluarga inti. Tapi, karena sudah modern dan pertimbangan adat kita yang berbeda dan sama sama segambreng, jadi pertemuan keluarga inti dulu, bicara dari hati ke hati :)
2. Marhori-hori Dinding/marhusip..
disini sebenernya baru dibolehin keluarga inti saling bertemu. Jadi keseluruhan inti dari penjajakan diatas dibawa ke acara ini. Acara ini intinya keluarga pihak pria datang untuk menyatakan maksud secara resmi, tapi masih dalam lingkup keluarga terdekat. Makanya sesuai dengan namanya marhori-hori dinding. intinya bisik-bisik gitu. hehehehe.
disini sebenernya baru dibolehin keluarga inti saling bertemu. Jadi keseluruhan inti dari penjajakan diatas dibawa ke acara ini. Acara ini intinya keluarga pihak pria datang untuk menyatakan maksud secara resmi, tapi masih dalam lingkup keluarga terdekat. Makanya sesuai dengan namanya marhori-hori dinding. intinya bisik-bisik gitu. hehehehe.
3. Marhata Sinamot..
Acara ini intinya pembicaraan sinamot (uang mas kawin cewe). Keluarga cewe dan cowo diundang untuk bertemu dalam jumlah yang terbatas. jadi tulang-tulang, namboru-namboru, dll, etc diundang, tapi skalanya kecil saja. di sinamot ini biasanya ada tawar menawar, makanya lebih baik diadakan dulu bicara hati ke hati mengenai uang sinamot. yang penting keluarga inti setuju, jalaan.
Acara ini intinya pembicaraan sinamot (uang mas kawin cewe). Keluarga cewe dan cowo diundang untuk bertemu dalam jumlah yang terbatas. jadi tulang-tulang, namboru-namboru, dll, etc diundang, tapi skalanya kecil saja. di sinamot ini biasanya ada tawar menawar, makanya lebih baik diadakan dulu bicara hati ke hati mengenai uang sinamot. yang penting keluarga inti setuju, jalaan.
untuk saya, pembicaraan sinamot sudah dari mangarisika. ya jadi begitu nanti naek ke marhusip dan marhata, mudah mudahan semua ngikut keluarga inti saja. oh ya, saya digabung marhata sinamot sama martumpolnya. untuk kalian yang seperti saya, perkawinan campur, lebih baik semua dikompromikan secara matang. intinya keluarga inti seiya sekata. karena komplain akan kurang ini itu soal adat pasti, tapi ya tebel tebelin kuping aja deh. soalnya wedding is just a day, marriage is for a life time. kudu cermat dan hemat. :p
4. Pudun Sauta..
Pihak kerabat pria tanpa hula-hula mengantarkan wadah sumpit berisi nasi dan lauk pauknya (ternak yang sudah disembelih) yang diterima oleh pihak parboru dan setelah makan bersama dilanjutkan dengan pembagian Jambar Juhut (daging) kepada anggota kerabat, yang terdiri dari :
Pihak kerabat pria tanpa hula-hula mengantarkan wadah sumpit berisi nasi dan lauk pauknya (ternak yang sudah disembelih) yang diterima oleh pihak parboru dan setelah makan bersama dilanjutkan dengan pembagian Jambar Juhut (daging) kepada anggota kerabat, yang terdiri dari :
- Kerabat marga ibu (hula-hula)
- Kerabat marga ayah (dongan tubu)
- Anggota marga menantu (boru)
- Pengetuai (orang-orang tua)/pariban
- Diakhir kegiatan Pudun Saut maka pihak keluarga wanita dan pria bersepakat menentukan waktu Martumpol dan Pamasu-masuon.
well, sepertinya ini disingkat, dijadikan satu ke marhusip :) ow iya, biasanya ternak yang dibawa babi loh. jadi untuk itu, perlu didiskusikan baik baik bangett, apalagi kalau salah satu pihak ada yang punya keluarga muslim. :)
5. Martumpol (baca : martuppol)
Penanda-tanganan persetujuan pernikahan oleh orang tua kedua belah pihak atas rencana perkawinan anak-anak mereka dihadapan pejabat gereja. Tata cara Partumpolon dilaksanakan oleh pejabat gereja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tindak lanjut Partumpolon adalah pejabat gereja mewartakan rencana pernikahan dari kedua mempelai melalui warta jemaat, yang di HKBP disebut dengan Tingting (baca : tikting). Tingting ini harus dilakukan dua kali hari minggu berturut-turut. Apabila setelah dua kali tingting tidak ada gugatan dari pihak lain baru dapat dilanjutkan dengan pemberkatan nikah (pamasu-masuon).
Penanda-tanganan persetujuan pernikahan oleh orang tua kedua belah pihak atas rencana perkawinan anak-anak mereka dihadapan pejabat gereja. Tata cara Partumpolon dilaksanakan oleh pejabat gereja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tindak lanjut Partumpolon adalah pejabat gereja mewartakan rencana pernikahan dari kedua mempelai melalui warta jemaat, yang di HKBP disebut dengan Tingting (baca : tikting). Tingting ini harus dilakukan dua kali hari minggu berturut-turut. Apabila setelah dua kali tingting tidak ada gugatan dari pihak lain baru dapat dilanjutkan dengan pemberkatan nikah (pamasu-masuon).
saya HKBP, dan keterangan diatas ya dilaksanakan sepenuhnyaaa :) Jadi kami martumpol di HKBP dan pemberkatan di gereja Mr. Bibo yaitu GBKP
6. Martonggo Raja atau Maria Raja.
acara ini diadakan sebelum pesta besarnya, mungkin kalau di istilah sehari-hari bisa dibilang pembentukan panitia. kalau Martonggo Raja biasanya untuk keluarga pengantin pria, istilah Maria Raja untuk keluarga pegantin wanita. Di acara ini yang disiapkan antara lain :
Mempersiapkan kepentingan pesta/acara yang bersifat teknis dan non teknis
Pemberitahuan pada masyarakat bahwa pada waktu yang telah ditentukan ada pesta/acara pernikahan dan berkenaan dengan itu agar pihak lain tidak mengadakan pesta/acara dalam waktu yang bersamaan.
Memohon izin pada masyarakat sekitar terutama dongan sahuta atau penggunaan fasilitas umum pada pesta yang telah direncanakan.
acara ini diadakan sebelum pesta besarnya, mungkin kalau di istilah sehari-hari bisa dibilang pembentukan panitia. kalau Martonggo Raja biasanya untuk keluarga pengantin pria, istilah Maria Raja untuk keluarga pegantin wanita. Di acara ini yang disiapkan antara lain :
Mempersiapkan kepentingan pesta/acara yang bersifat teknis dan non teknis
Pemberitahuan pada masyarakat bahwa pada waktu yang telah ditentukan ada pesta/acara pernikahan dan berkenaan dengan itu agar pihak lain tidak mengadakan pesta/acara dalam waktu yang bersamaan.
Memohon izin pada masyarakat sekitar terutama dongan sahuta atau penggunaan fasilitas umum pada pesta yang telah direncanakan.
untuk saya, ini ya dilakukan sepenuhnya :)
7. Manjalo Pasu-pasu Parbagason (Pemberkatan Pernikahan)
Pengesahan pernikahan kedua mempelai menurut tatacara gereja (pemberkatan pernikahan oleh pejabat gereja). Setelah pemberkatan pernikahan selesai maka kedua mempelai sudah sah sebagai suami-istri menurut gereja. Setelah selesai seluruh acara pamasu-masuon, kedua belah pihak yang turut serta dalam acara pamasu-masuon maupun yang tidak pergi menuju tempat kediaman orang tua/kerabat orang tua wanita untuk mengadakan pesta unjuk. Pesta unjuk oleh kerabat pria disebut Pesta Mangalap parumaen (baca : parmaen)
Pengesahan pernikahan kedua mempelai menurut tatacara gereja (pemberkatan pernikahan oleh pejabat gereja). Setelah pemberkatan pernikahan selesai maka kedua mempelai sudah sah sebagai suami-istri menurut gereja. Setelah selesai seluruh acara pamasu-masuon, kedua belah pihak yang turut serta dalam acara pamasu-masuon maupun yang tidak pergi menuju tempat kediaman orang tua/kerabat orang tua wanita untuk mengadakan pesta unjuk. Pesta unjuk oleh kerabat pria disebut Pesta Mangalap parumaen (baca : parmaen)
jadi setelah pemberkatan nanti, kata Bapak saya, kami semua dari gereja akan akan makan ala kadarnya dirumah saya. Ternyata makan ala kadarnya istilahnya Pesta Unjuk toh.. *baru tau. hahaha
8. Pesta Unjuk (lihat detail)
Suatu acara perayaan yang bersifat sukacita atas pernikahan putra dan putri. Ciri pesta sukacita ialah berbagi jambar :
Suatu acara perayaan yang bersifat sukacita atas pernikahan putra dan putri. Ciri pesta sukacita ialah berbagi jambar :
- Jambar yang dibagi-bagikan untuk kerabat parboru adalah jambar juhut (daging) dan jambar uang (tuhor ni boru) dibagi menurut peraturan.
- Jambar yang dibagi-bagikan bagi kerabat paranak adalah dengke (baca : dekke) dan ulos yang dibagi menurut peraturan. Pesta Unjuk ini diakhiri dengan membawa pulang pengantin ke rumah paranak.
well, saya belum paham banget soal ini..
9. Mangihut di ampang (dialap jual)Yaitu mempelai wanita dibawa ke tempat mempelai pria yang dielu-elukan kerabat pria dengan mengiringi jual berisi makanan bertutup ulos yang disediakan oleh pihak kerabat pria.
wuaaaahh.. *baru tau juga
untuk yang dibawah-bawah ini saya belum paham benar. nanti kalau sudah dilewati saya share yaa :)
10. Ditaruhon Jual.
Jika pesta untuk pernikahan itu dilakukan di rumah mempelai pria, maka mempelai wanita dibolehkan pulang ke tempat orang tuanya untuk kemudian diantar lagi oleh para namborunya ke tempat namborunya (mertua). Dalam hal ini paranak wajib memberikan upa manaru (upah mengantar), sedang dalam dialap jual upa manaru tidak dikenal.
Jika pesta untuk pernikahan itu dilakukan di rumah mempelai pria, maka mempelai wanita dibolehkan pulang ke tempat orang tuanya untuk kemudian diantar lagi oleh para namborunya ke tempat namborunya (mertua). Dalam hal ini paranak wajib memberikan upa manaru (upah mengantar), sedang dalam dialap jual upa manaru tidak dikenal.
11. Paranak makan bersama di tempat kediaman si Pria (Daulat ni si Panganon)
- Setibanya pengantin wanita beserta rombongan di rumah pengantin pria, maka diadakanlah acara makan bersama dengan seluruh undangan yang masih berkenan ikut ke rumah pengantin pria.
- Makanan yang dimakan adalah makanan yang dibawa oleh pihak parboru
12. Paulak Unea..
- Setelah satu, tiga, lima atau tujuh hari si wanita tinggal bersama dengan suaminya, maka paranak, minimum pengantin pria bersama istrinya pergi ke rumah mertuanya untuk menyatakan terima kasih atas berjalannya acara pernikahan dengan baik, terutama keadaan baik pengantin wanita pada masa gadisnya (acara ini lebih bersifat aspek hukum berkaitan dengan kesucian si wanita sampai ia masuk di dalam pernikahan).
- Setelah selesai acara paulak une, paranak kembali ke kampung halamannya/rumahnya dan selanjutnya memulai hidup baru.
13. Manjahea.Setelah beberapa lama pengantin pria dan wanita menjalani hidup berumah tangga (kalau pria tersebut bukan anak bungsu), maka ia akan dipajae, yaitu dipisah rumah (tempat tinggal) dan mata pencarian.
Mr. Bibo anak bungsu, so we'll skip this
14. Maningkir Tangga (baca : manikkir tangga)Beberapa lama setelah pengantin pria dan wanita berumah tangga terutama setelah berdiri sendiri (rumah dan mata pencariannya telah dipisah dari orang tua si laki-laki) maka datanglah berkunjung parboru kepada paranak dengan maksud maningkir tangga (yang dimaksud dengan tangga disini adalah rumah tangga pengantin baru). Dalam kunjungan ini parboru juga membawa makanan (nasi dan lauk pauk, dengke sitio tio dan dengke simundur-mundur)
Disadur dari http://rapolo.wordpress.com/2007/12/19/tata-cara-dan-urutan-pernikahan-adat-na-gok/
Diambil dari sini
fyi, seribet ini cuma baru urutan tata cara nya loh, belom urutan tata cara pesta pada hari H. Jadi yang bataknese, syukuri keribetannya, karena disini lah keunikannya. Cheerss!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar